Jambi – Pengelolaan Dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang dikelola oleh Forum CSR Provinsi Jambi yang diketuai Gubernur Jambi Al Haris, disebut tidak sesuai aturan.
Betapa tidak, anggaran yang berasal dari perusahaan swasta sebesar miliaran rupiah di Bank Jambi tersebut disalurkan bukan untuk meningkatkan roda perekonomian masyarakat Jambi melainkan untuk pembuatan jalan khusus angkutan batu bara.
Hal ini terungkap setelah adanya pernyataan resmi dari Wakil Sekretaris Forum CSR yang juga legal Bank Jambi, Rudy, kepada awak media beberapa waktu lalu.
Dikutip dari fikiranra’jat.com, Rudy tanpa ragu dan dengan bangga menyebut bahwa seluruh anggaran Dana CSR di Bank Jambi sebesar Rp1,9 Miliar telah habis tak tersisa untuk jalan khusus batu bara.
“Dana yang terkumpul Rp1,9 miliar dan sudah disalurkan ke Dinas Perhubungan Provinsi Jambi serta Dinas PUPR Provinsi Jambi untuk kepentingan jalan khusus batu bara,” ujar Rudy saat menjumpai awak media.
Penyaluran dana CSR yang dinilai lebih menguntungkan para pengusaha ketimbang untuk rakyat kecil tersebut langsung ditanggapi oleh tokoh masyarakat Kota Jambi, Kamaludin Havis.
Havis mengatakan, apa yang dilakukan oleh Forum CSR Provinsi Jambi tersebut sangat merugikan masyarakat Jambi atau rakyat kecil.
“Dana yang seyogyanya bisa diperuntukkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, kok malah untuk membangun jalan khusus batu bara. Ini dana CSR untuk milik masyarakat atau milik pribadi Forum CSR,” ungkap Havis.
Dirinya meminta kepada Gubernur Jambi untuk menjelaskan fungsi utama dibentuknya Forum CSR. Karena, menurut dia, Forum CSR yang terdiri dari seluruh unsur pimpinan Forkopimda tersebut dibentuk hanya untuk kepentingan penguasa dan pengusaha bukan rakyat Jambi.
“Saran saya bubarkan saja Forum CSR Provinsi Jambi ini, ini tak ada gunanya bagi masyarakat Jambi. Bukannya uang CSR disalurkan untuk membantu menstabilkan roda perekonomian masyarakat, eh malah untuk membangun jalan khusus batu bara,” ucapnya.
Havis mengatakan bahwa penyaluran dana CSR untuk pembangunan jalan khusus batu bara ini baru pertama kali terjadi di Jambi. Ia menjelaskan, sebelumnya dana CSR disalurkan untuk memberikan bantuan kepada para pelaku UMKM dan pembangunan tempat ibadah.
“Ini pertama terjadi, ada apa dengan Gubernur Jambi. Bagi saya pembangunan jalan khusus batu bara itu kan sudah disepakati bersama bahwa itu semua tanggung jawab perusahaan pertambangan batu bara bukan dana CSR milik masyarakat dialihkan kesana,” tegasnya.
Lebih lanjut, mantan Anggota DPRD Provinsi Jambi, Kamaludin Havis, meminta kepada Gubernur Jambi agar lebih mementingkan sektor yang diprioritaskan untuk rakyat kecil seperti bidang pendidikan, kesehatan dan pengembangan UMKM.
“Saya minta ada penjelasan dari Gubernur Jambi Al Haris terkait penyaluran dana CSR yang diperuntukkan tidak dalam koridornya tersebut. Jika benar pernyataan Rudy tersebut maka kuwalat lah kalian para pemimpin yang tidak memikirkan masyarakat Jambi,” tutupnya.


















