Pemayung.com, Jambi – Kelalaian atau lemahnya pengawasan dari jajaran direksi dan komisaris dalam sistem perbankan Bank Jambi, langsung berdampak kepada masyarakat.
Pasca serangan siber yang merampok puluhan miliar rupiah uang nasabah Bank Jambi, hingga saat ini layanan mobile banking dan ATM Bank Jambi dinonaktifkan, sehingga pelayanan nasabah dilakukan secara manual.
Al hasil, akibat lemahnya kinerja manajemen Bank Jambi tersebut membuat ribuan masyarakat yang merupakan nasabah bank pelat merah itu menderita saat hendak mengambil uang gaji mereka.
Jamilah, salah satu nasabah Bank Jambi yang berprofesi sebagai guru SDN di Kota Jambi, mengungkapkan perasaan kecewanya terhadap manajemen Bank Jambi.
Betapa tidak, sejak pagi hari hingga siang ini dirinya masih menunggu nomor antrian panjang di outlet Bank Jambi Telanaipura.
“Dari jam 10 pagi sampai sekarang antri masih panjang, banyak waktu terbuang. Dikarenakan gaji saya ini dibutuhkan untuk bayaran cicilan, kalau tidak malas nak ngantri gini,” ungkap Jamilah, Selasa (03/03/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, sampai saat ini antrian panjang para nasabah masih terlihat di sejumlah kantor cabang Bank Jambi. Kejadian ini selain membuat masyarakat menderita, aktivitas perkantoran juga menjadi terhambat dikarenakan sebagian besar ASN yang menjadi nasabah.
(Wandi)
Disclaimer: Informasi ini bersifat edukasi Hukum Positif secara umum dan tidak merujuk pada kasus spesifik individu yang dimaksud karena keterbatasan data yang valid. bagi pihak di berikan kesempatan seluasnya untuk memberikan hak jawab.


















