Pemayung.com Bulian– Jalan Jend. Sudirman (Muara Bulian) Kab. Batanghari, mengalami kerusakan. Padahal, jalan yang dibangun menggunakan APBD Provinsi Jambi Tahun 2025 baru selesai Agustus 2025 belum sampai satu tahun. Hanya bertahan 4 bulan sekarang kembali berlubang.
Informasi yang dihimpun, melalui laman spse.inaproc.id/jambiprov/lelang Dimana pemenang tender CV. YUDHA KARYA yang beralamat Jl.Barau – Barau II No.31 RT.21 Kel.Pakuan Baru – Jambi (Kota) – Jambi dengan anggaran senilai Rp 4,8 Miliar. Perusahaan ini mengalahkan PT KONSTRUKSI PRIBUMI MANGGALA, perusahaan penawar terendah dengan alasan (Pokja telah melakukan klarifikasi kepada peserta sesuai BAB III. IKP 29.12 b)(5) Apabila ada hal-hal yang meragukan dan kurang jelas, Pokja dapat melakukan klarifikasi kepada pemilik peralatan/pemilik peralatan sewa terhadap bukti-bukti yang disampaikan peserta. Berdasarkan hasil klarifikasi, peserta tidak dapat menjelaskan, meyakinkan dan menunjukkan bukti pendukung peralatan jenis dump truck yang ditawarkan sesuai daftar peralatan yang disampaikan peserta).
Namun berdasarkan pantauan di lapangan, jalan yang menjadi akses penghubung antar kabupaten itu tak lagi dalam kondisi mulus. Di sejumlah titik tampak bekas tambalan, sementara kerusakan paling mencolok terlihat pada ruas sepanjang kurang lebih 50 meter.
Jalan aspal tersebut terlihat ambles dan berlubang. Bahkan, agregat batu di bawah lapisan aspal muncul ke permukaan. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan mengingat jalan tersebut merupakan akses vital warga masyarakat kabupaten batnghari.
Budi menyebut, nilai pekerjaan proyek pembangunan infrastruktur jalan tersebut sekitar Rp 4,8 miliar. Dengan anggaran jumbo tersebut Ia menduga kerusakan disebabkan kualitas bahan pondasi jalan yang kurang baik. “Penyebabnya karena kualitas biscos atau bahan pondasinya kurang bagus,” ujarnya
Menurut seorang Kontraktor di Kota Jambi Jalan yang diperbaiki namun rusak kembali dalam waktu kurang dari satu tahun adalah masalah umum yang sering terjadi di Indonesia, yang biasanya disebabkan oleh kombinasi faktor teknis, lingkungan, dan manajemen proyek.
Berikut adalah beberapa penyebab utama jalan cepat rusak kembali:
- Drainase (Saluran Air) yang Buruk: Ini merupakan penyebab utama. Air yang menggenang di permukaan atau meresap ke dalam struktur jalan akan melemahkan tanah dasar dan merusak ikatan aspal.
- Beban Kendaraan Berlebih (Overloading): Kendaraan berat yang melebihi tonase jalan (sering disebut ODOL – Over Dimension Over Load) mempercepat kerusakan struktur perkerasan jalan.
- Kualitas Pengerjaan dan Material Rendah: Penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi teknis (seperti aspal tipis, batu urukan tidak berkualitas) atau teknik penggilasan yang kurang maksimal menyebabkan jalan tidak tahan lama.
- Perbaikan Tidak Menyeluruh: Seringkali perbaikan hanya bersifat tambal sulam (overlay) pada permukaan, tanpa memperbaiki dasar/pondasi jalan yang sudah rusak berat. Akibatnya, kerusakan dari bawah akan muncul kembali dalam waktu singkat.
- Kondisi Tanah dan Cuaca: Faktor cuaca ekstrem (curah hujan tinggi) dan kondisi tanah yang lunak atau tidak stabil (tanah rawa/tanah gerak) membutuhkan penanganan khusus, bukan sekadar aspal ulang.
- Pengawasan Proyek Lemah: Kurangnya pengawasan selama proses pengerjaan membuat kontraktor mungkin mengurangi kualitas demi efisiensi biaya, yang berdampak pada umur jalan yang pendek.
Sampai tulisan ini dinaikkan, Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi belum memberikan tanggapan. (tim)
Disclaimer: Informasi ini bersifat edukasi Hukum secara umum dan tidak merujuk pada kasus spesifik individu yang dimaksud karena keterbatasan data yang valid. bagi pihak yang keberatan pada pemberitaan ini, di berikan kesempatan seluasnya untuk memberikan hak jawab.


















