Pemayung.com, Jambi – Perwakilan ASN Kota Jambi menyampaikan keluh kesah mereka terkait layanan Bank 9 Jambi kepada Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, pada Selasa malam (04/03/2026).
ASN Kota Jambi mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap pelayanan Bank Jambi yang belum juga mengaktifkan layanan ATM dan Mobile Banking.
Disampaikan mereka, gangguan ini telah terjadi berulang kali dan berlangsung cukup lama, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi para nasabah.
Adapun dampak yang dirasakan antara lain:
1. Nasabah tidak dapat melakukan transaksi secara mandiri melalui ATM maupun M-Banking.
2. Terhambatnya proses pembayaran, transfer, dan transaksi keuangan lainnya.
3. Nasabah terpaksa datang langsung ke kantor bank untuk melakukan transaksi.
4. Meningkatnya antrean di kantor cabang.
5. Terganggunya aktivitas pekerjaan karena harus sering izin untuk mengantre di bank demi menyelesaikan transaksi yang seharusnya dapat dilakukan secara digital.
ASN Kota Jambi menyebut bahwa kondisi ini tentunya sangat memengaruhi kenyamanan nasabah serta berdampak pada efektivitas dan kinerja, khususnya bagi pegawai atau masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu.
“Sehubungan dengan hal tersebut, kami berharap pihak Bank 9 Jambi dapat segera melakukan evaluasi dan perbaikan sistem secara menyeluruh agar layanan ATM dan M-Banking dapat berfungsi secara optimal dan stabil,” ungkap perwakilan ASN kepada Kemas Faried.
Selain itu, mereka mengharapkan adanya pemberitahuan resmi dan transparan kepada nasabah apabila terjadi gangguan, sehingga nasabah dapat mengantisipasi kebutuhan transaksi mereka.
“Demikian laporan ini kami sampaikan. Besar harapan kami agar permasalahan ini dapat segera ditindaklanjuti demi peningkatan kualitas pelayanan kepada nasabah.Atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih,” tutup ASN.
Sementara menanggapi pemberitaan dan kondisi saat ini, Kemas Faried meminta kepada manajemen Bank Jambi untuk segera melakukan upaya-upaya yang kongkrit.
“Pertama, melakukan koordinasi yang intens dengan seluruh regulator terutama Bank Indonesia guna mempercepat pemulihan atas layanan operasional ATM Bank Jambi, sehingga diharapkan dapat memberikan kenyamanan transaksi bagi nasabah,” ungkap Kemas Faried.
Adapun langkah konkrit yang kedua, lanjut Kemas Faried, yakni menyampaikan informasi terkait layanan operasional bank secara transparan kepada masyarakat. Dan ketiga, membuat langkah langkah penanganan yang efektif dalam memberikan pelayanan kepada nasabah.
“JIka diperlukan jemput bola disetiap satuan layanan perangkat daerah ( 0PD ) maupun Distrik / Cabang Bank 9 guna menambah teller untuk mengurai antrian pencairan gaji ASN,” jelasnya.
Adapun langkah terakhir yang harus dilakukan Bank Jambi yakni membangun dan menjaga komunikasi yang aktif dengan seluruh pemangku kepentingan guna memberikan pemahaman atas kondisi terkini dan pemulihan yang dilakukan. (Wandi)


















