Hobi “main wanita” di waktu muda, Tua Sakit Sakitan, Karma ?

Pemayung.com Jambi, Hobi gonta-ganti pasangan atau “main wanita” di waktu muda, kemudian mengalami sakit-sakitan di hari tua, secara medis sering dikaitkan dengan dampak jangka panjang dari gaya hidup berisiko. Berikut adalah beberapa alasan mengapa hal tersebut terjadi:

  • Penyakit Menular Seksual (PMS) Kronis: Perilaku seksual berisiko, terutama gonta-ganti pasangan, meningkatkan risiko tertular PMS seperti HIV, sifilis (raja singa), herpes genital, klamidia, dan gonore. Beberapa penyakit ini, jika tidak diobati dengan tuntas atau tidak terdeteksi, bisa bersifat laten (tersembunyi) dan merusak organ tubuh secara perlahan, yang dampaknya baru terasa setelah bertahun-tahun kemudian.
  • Risiko Kanker: Studi menunjukkan bahwa perilaku gonta-ganti pasangan seksual dapat meningkatkan risiko penularan infeksi virus tertentu (seperti HPV) yang berkontribusi pada peningkatan risiko kanker, termasuk kanker serviks (pada wanita) dan kanker alat kelamin lainnya.
  • Dampak Infeksi Saluran Kemih & Prostat: Seks yang terlalu sering dan tidak higienis dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih kronis atau masalah prostat pada pria.
  • Daya Tahan Tubuh Menurun: Gaya hidup bebas sering kali dibarengi dengan pola hidup tidak sehat, seperti kurang tidur, stres tinggi, dan pola makan tidak teratur, yang melemahkan sistem kekebalan tubuh (imun). Akibatnya, saat lanjut usia, tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
  • Dampak Psikologis dan Cedera Saraf: Aktivitas seksual yang terlalu sering dan kasar dapat menyebabkan kelelahan ekstrem, bahkan cedera saraf.

Secara ringkas, kerusakan organ, infeksi laten, dan penurunan daya tahan tubuh yang diakibatkan gaya hidup berisiko di masa muda sering kali menumpuk dan bermanifestasi menjadi berbagai penyakit kronis saat usia tua.

Dalam Pandangan Islam

Dalam pandangan Islam, perilaku hobi “main wanita” (perzinaan atau mendekati zina) di waktu muda yang berakibat pada penderitaan fisik (sakit-sakitan) di hari tua merupakan cerminan dari konsekuensi perbuatan dosa. Hal ini dipandang sebagai bentuk ketidakpatuhan kepada aturan Allah yang berujung pada penyesalan, baik di dunia maupun akhirat.

Berikut adalah uraian berdasarkan ajaran Islam:

  • Dosa Besar dan Jalan yang Buruk: Zina adalah dosa besar, bahkan disetarakan dengan kemusyrikan dan pembunuhan dalam hal beratnya konsekuensi. Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’: 32).
  • Balasan Kontan di Dunia: Perbuatan zina adalah dosa yang seringkali balasannya disegerakan di dunia sebelum azab di akhirat, di antaranya hilangnya keberkahan umur, kerusakan kehormatan, dan penyakit.
  • Masa Muda yang Tidak Dimanfaatkan: Nabi Muhammad SAW memperingatkan untuk memanfaatkan masa muda sebelum masa tua dan masa sehat sebelum sakit. Menggunakan masa muda untuk maksiat berarti melewatkan kesempatan emas untuk beramal shaleh, sehingga masa tua menjadi rentan penyesalan dan penyakit.
  • Sakit Sebagai Teguran/Penyucian: Jika sakit-sakitan di hari tua adalah akibat perilaku maksiat masa lalu, Islam memandangnya sebagai teguran dari Allah agar pelakunya bertobat, mengingat Allah, dan kembali ke jalan yang benar. Sakit juga menjadi penggugur dosa jika dihadapi dengan sabar dan rida.
  • Pentingnya Bertaubat: Pintu taubat selalu terbuka sebelum sakaratul maut. Seseorang yang pernah berbuat maksiat di masa muda, diwajibkan untuk melakukan taubatan nasuha (taubat sungguh-sungguh) agar dosa tersebut diampuni dan tidak membawa kesengsaraan yang abadi

Kesimpulan:Islam memandang fenomena tersebut sebagai akibat logis dari perilaku yang tidak bertakwa. Islam mendorong manusia untuk menjaga diri di masa muda agar menikmati hari tua dengan ketenangan, kesehatan, dan ketaatan kepada Allah. Namun, jika sudah terlanjur, pintu taubat senantiasa terbuka. (tim)

Dirangkum dari tulisan di internet