Pemayung.com, Jambi – Masyarakat Desa Menteng, Kecamatan Mendahara, Tanjung Jabung Timur, keluhkan adanya kegiatan pengeboran minyak mentah yang menyebabkan beberapa fasilitas umum menjadi rusak.
Pengeboran minyak oleh Perusahaan STEMIK diduga menjadi penyebab utama rusaknya jembatan penghubung Desa Menteng dengan desa lainnya yang berada di parit 10.
Sarana penghubung atau akses utama Desa Menteng ke Kota Jambi ini, tidak pernah dilakukan perbaikan oleh Pemerintah Desa setempat.
“Kami jadi takut menyeberang, pemerintah desa tidak pernah peduli akan hal ini. Demi kepentingan pribadi kami masyarakat dikorbankan,” ungkap seorang Warga Desa Menteng.
Menyikapi hal tersebut, Ketua LCKI Provinsi Jambi, Mappangara, langsung turun kelapangan untuk melihat kondisi jembatan penghubung yang dikeluhkan masyarakat Desa Menteng.
“Tim LCKI bersama Rumah Hukum Indonesia Provinsi Jambi turun ke Desa Menteng. Kami akan meminta kepada Ibu Kepala Desa untuk bertanggungjawab atas kerusakan jembatan akibat pengeboran minyak ini,” kata Mappangara.
Mappangara menyampaikan bahwa banyak sekali temuan dilapangan yang merugikan masyarakat desa.
“Kami menemukan banyak hal terjadi yang merugikan masyarakat oleh pemerintah desa, ADD untuk BuMdes pengakuan masyarakat tidak transparan. Tak tau ujung pangkalnya,” terangnya.
Lebih lanjut dirinya meminta kepada Kepala Desa Menteng untuk memberikan klarifikasi terkait pengakuan masyarakat tersebut.
“Kami akan melaporkan Kades Menteng ke pihak yang berwajib. Ini harus jelas, jangan masyarakat yang jadi korban,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa Menteng.
(Wandi)


















