Kabar Perselingkuhan M dan F Hanyalah Hoax dan Tak Terbukti Kebenarannya

Pemayung.com, Jambi – Adanya kabar dugaan perselingkuhan salah satu pejabat RSJD H. M. Syukur Jambi dengan salah satu bawahannya di RSUD Raden Mattaher akhirnya terjawablah sudah.

Kabar yang sebelumnya membuat masyarakat Jambi heboh tersebut ternyata hanyalah isu yang dikembangkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dengan tujuan tertentu.

F, salah satu pegawai di RSUD Raden Mattaher Jambi dengan tegas menyatakan bahwa kabar perselingkuhan yang menerpa dirinya adalah hoax atau tidak benar.

Ia memang membenarkan bahwa M adalah atasannya saat masih bertugas di RSUD Raden Mattaher Jambi. Namun demikian dirinya membantah mempunyai kedekatan.

“Semua kabar perselingkuhan tersebut tidak benar, bisa cek saja langsung. Ini ada pihak-pihak tertentu yang memfitnah saya,” ungkap F kepada media ini.

Bantahan serupa juga disampaikan oleh M. Ia mengatakan adanya oknum yang tidak menyenangi dirinya selama bekerja di RSUD Raden Mattaher Jambi.

“Demi Allah kabar ini tidak benar, saya menduga adanya oknum yang tidak senang dengan saya karena saya dilantik menjadi salah satu pimpinan di RSJD. Saya sudah berkeluarga dan pastinya saya paham perbuatan itu sangat dilarang agama,” tegas M.

Sebelumnya kabar adanya dugaan perselingkuhan M dan F menjadi tranding topik pemberitaan di sejumlah media lokal maupun nasional. Namun hingga kini tidak ada bukti yang membenarkan adanya perselingkuhan antara M dan F di RSUD Raden Mattaher Jambi.

S, salah satu pegawai RSUD Raden Mattaher Jambi saat ditemui awak media menyebutkan bahwa adanya kabar perselingkuhan antara M dan F sempat membuat heboh rekan kerjanya. Karena menurut S, kabar yang beredar itu tidak benar adanya.

“Sempat buat kami heran, tapi kami yakin perselingkuhan itu tidak benar. Karena kami tau bagaimana mereka selama dikantor. Tidak ada kedekatan yang lebih dari antara bos dan anak buah. Itupun sama dilakukan dengan staf wanita lainnya,” sebutnya.

Lebih lanjut, dirinya mengajak seluruh masyarakat Jambi untuk tidak menanggapi isu yang tidak pernah terjadi tersebut.

“Semua jangan langsung termakan isu, ini tidak benar. Dan hingga saat ini tidak ada bukti yang membenarkan adanya perselingkuhan itu,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *