Oleh : Zalman Irwandi (Pimred Pemayung.com)
Pemayung.com, Jakarta. Aktivis Kontras sekaligus Wakil Koordinator Bidang Eksternal, Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di Jakarta Pusat (12/3/2026). Serangan brutal yang menyebabkan luka bakar serius 24% ini memicu dugaan kuat adanya upaya pembungkaman dan teror terhadap pejuang HAM, sehingga memancing kecaman dari Menteri HAM Natalius Pigai dan desakan pengusutan tuntas.
1. Berikut adalah poin-poin penting kasus ini:
- Kronologi: Andrie Yunus disiram air keras setelah mengikuti kegiatan di Gedung YLBHI Jakarta pada Kamis malam.
- Kondisi Korban: Mengalami luka bakar serius (24%) di wajah, dada, dan pergelangan tangan, serta menjalani operasi implan kornea di RSCM.
- Dugaan Pembungkaman: Serangan ini dinilai sebagai bentuk premanisme dan upaya pembungkaman terhadap pembela HAM, mengingat korban adalah aktivis yang aktif menyuarakan isu publik, seperti dikutif yang dilaporkan dalam BBC dan SINDOnews.
- Atensi Lembaga Negara: Komnas HAM dan Komisi III DPR RI mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus percobaan pembunuhan ini secara profesional. Menteri HAM Natalius Pigai mengecam aksi tersebut sebagai tindakan kekerasan, menekankan bahwa kasus ini bertentangan dengan prinsip demokrasi, dan menuntut kepolisian mengusut tuntas motif dan pelakunya, menurut Instagram Natalius Pigai dan BBC. Komisi Tinggi PBB untuk HAM (OHCHR) juga mendesak perlindungan bagi pembela HAM.
2. Bangkitnya Premanisme Politik
- Kutukan dari PBNU: Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Savic Ali, mengecam keras aksi tersebut dan menyebutnya sebagai indikasi kuat bangkitnya kembali “premanisme politik” yang menargetkan aktivis demokrasi dan kemanusiaan.
- Membungkam Kritik: Serangan ini dinilai sebagai teror terorganisir yang bertujuan untuk membungkam para aktivis yang kritis terhadap pihak-pihak tertentu.
3. Pelaku Penyiraman
- Status Pelaku: Hingga berita ini diturunkan (14 Maret 2026), pelaku penyiraman belum teridentifikasi dan masih dalam pengejaran pihak kepolisian.
- Deskripsi: Pelaku berjumlah dua orang yang berboncengan motor, terekam dalam CCTV saat melakukan aksinya.
- Desakan Investigasi: Koalisi Masyarakat Sipil, YLBHI, dan Komisi III DPR RI mendesak polisi untuk segera menangkap pelaku dan mengungkap aktor intelektual di balik serangan ini.
- Kecaman Publik: Koalisi masyarakat sipil, Komnas HAM, dan beberapa tokoh mendesak Polri untuk serius mengusut pelaku, mengingat korban diduga diserang terkait aktivitasnya sebagai pembela HAM.
Koalisi masyarakat sipil mendesak kepolisian untuk segera menangkap kedua pelaku yang terlibat dalam serangan brutal tersebut.
Disclaimer:Informasi ini disarikan dari hasil pencarian berita dan sumber terbuka pada 15 Maret 2026 (atau waktu terdekat). Kasus ini masih dalam tahap penyidikan kepolisian, sehingga identitas pelaku dan motif sesungguhnya baru bisa dipastikan setelah proses hukum selesai.
















