Konflik Tak Berujung dan Kekuatan Penguasa Daerah Dibalik Keberadaan Stockpile Batu Bara PT SAS

Pemayung.com, Jambi – Konflik tak berujung antara warga Aur Kenali, Kota Jambi dengan PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS) terkait keberadaan stocpile batu bara ditengah pemukiman masyarakat, menimbulkan pertanyaan besar.

Penolakan warga terkait keberadaan stocpile batu bara PT SAS bukan tanpa alasan, mereka menganggap dengan adanya stocpile di tengah pemukiman bisa menjadi mesin pembunuh bagi anak cucu mereka.

Meskipun telah beberapa kali melakukan aksi unjuk rasa dilokasi stocpile, namun demikian tidak ada pemerintah daerah yang yang secara tegas menyatakan dukungannya terhadap kesehatan masyarakat.

Diamnya pemerintah daerah ini langsung disikapi oleh organisasi masyarakat Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM).Dikoordinatori Hadi Prabowo, GERAM melakukan aksi unjuk rasa di gedung Merah Putih KPK RI Jakarta.

Mereka meminta kepada KPK RI untuk turun tangan langsung terkait persoalan warga dengan PT SAS di Kota Jambi.

“Jadi ini PT SAS sudah lama bergejolak, pembangunan stockpile batu baranya ditengah areal pemukiman warga mendapat penolakan. Dan sampai hari ini tidak ada resolusi penyelesaian konflik oleh pemerintah daerah,” ungkap Hadi Prabowo, dikutip dari Detail.id

Penolakan warga terhadap stockpile batu bara PT SAS malahan sesuai dengan dengan Perda RTRW Kota Jambi 2024-2044 yakni pada titik lokasi pembangunan areal stockpile batu bara PT SAS merupakan areal dengan peruntukan permukiman dan pertanian, bukan untuk industri batu bara.

Tidak hanya itu saja, kekuatan para penguasa juga diduga berada dibalik pembangunan stockpile batu bara PT SAS di Aur Kenali. Hal ini membuat suara masyarakat menjadi tak berarti apapun dimata perusahaan batu bara anak PT RMKE tersebut.

Meskipun mendapatkan penolakan keras dari Komisi III DPRD Kota Jambi, namun dengan kekuatan para penguasa tidak membuat PT SAS tergoyahkan. Dimata pemerintah, keberadaan stockpile batu bara PT SAS telah memenuhi persyaratan dan memiliki izin.

“Kita lihat saja kekuatan PT SAS ini, penguasa daerah nian ikut serta mengondisikan awak media yang memberitakan sisi buruk PT SAS. Bayangkan saja, bagaimana mana mungkin masyarakat bisa menang musuh PT SAS,” ungkap pengamat publik, Saiful, Selasa (31/03/2026).

Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari manajemen PT SAS.