Pemayung.com, JAMBI – Isu mengenai “politik anggaran” media yang dilakukan oleh raksasa pertambangan batu bara, PT Sinar Anugerah Sukses (SAS), terus memanas. Informasi terbaru mengungkapkan adanya ketimpangan signifikan dalam nominal kerja sama publikasi yang ditawarkan kepada berbagai media di Jambi, yang diduga kuat berkaitan dengan upaya pembentukan opini publik terkait rencana pembangunan stockpile di Aur Duri.
Rincian Nominal yang BeragamBerdasarkan data yang beredar di kalangan jurnalis Jambi, nominal kontrak yang ditawarkan PT SAS dikabarkan bervariasi tergantung pada “jangkauan” dan “sikap” media terhadap isu perusahaan. Beberapa poin rincian yang menjadi perbincangan meliputi:
- Media Besar/Mainstream: Diduga mendapatkan penawaran kontrak publikasi bulanan dengan nilai mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah.
- Media Menengah & Lokal: Mendapatkan tawaran berkisar antara Rp2 juta hingga Rp5 juta per bulan.
- Media “Kritis”: Sejumlah media yang vokal menyuarakan penolakan warga justru dikabarkan tidak mendapatkan tawaran, atau ditawari dengan syarat penghapusan berita-berita negatif (take down) terkait dampak lingkungan.
Ketidaksamaan nominal ini dinilai banyak pihak bukan berdasarkan profesionalisme (sertifikasi atau verifikasi Dewan Pers), melainkan berdasarkan tingkat kerawanan kritik media tersebut terhadap operasional PT SAS di Kota Jambi.
Tanggapan Organisasi MediaMenanggapi fenomena ini, Ketua organisasi pers lokal di Jambi mengingatkan agar perusahaan tidak menjadikan kerja sama media sebagai alat untuk membungkam kebenaran.”Kerja sama media adalah hal yang lumrah dalam bisnis, namun jika tujuannya untuk mengintervensi independensi redaksi atau meredam penolakan masyarakat melalui ‘amplop’ dengan nominal yang tidak transparan, itu mencederai etika jurnalistik,” ujar perwakilan organisasi pers di Jambi.
Ia juga menghimbau para jurnalis untuk tetap berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) meskipun telah menjalin kerja sama komersial. “Jangan sampai kontrak iklan menghilangkan hak publik untuk mengetahui dampak lingkungan dan sosial dari proyek stockpile tersebut.”
Hingga berita ini diturunkan, daftar rinci nominal kerja sama media tersebut belum dipublikasikan secara resmi oleh pihak perusahaan, namun isu ini terus bergulir di tengah sorotan tajam publik Jambi terhadap keberadaan PT SAS. Tim




















