Dibungkam Kami Melawan: Fajar Perlawanan di Tanah Pilih

Saat “kebisuan” aparat dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap masa depan, jalanan menjadi panggung terakhir untuk menuntut keadilan. Habib Ahmad Sukri Baraqbah memimpin gelombang massa jilid dua guna memutus rantai impunitas narkoba di Jambi.

Pemayung.com, JAMBI – Sebuah maklumat perlawanan baru saja dilemparkan ke ruang publik. Isinya singkat namun menggetarkan: “Sudah saatnya kita bangkit saudara-saudaraku… Buktikan wujud cinta kita pada negeri Jambi. Di bungkam kami melawan!” Seruan ini menjadi bensin yang membakar semangat para alim ulama, tokoh daerah, hingga mahasiswa untuk mengepung Mapolda Jambi pada Senin, 13 April 2026.

Aksi yang dikoordinatori oleh Habib Ahmad Sukri Baraqbah, S.H., ini bukan sekadar unjuk rasa rutin. Ini adalah mosi tidak percaya rakyat terhadap performa kepolisian daerah yang dianggap tak berdaya menghadapi “musibah” narkoba yang kian merajalela.

Menggugat Sang Jenderal dan “Kebisuan” Bukit Sari

Habib Ahmad Sukri Baraqbah dalam komentar pribadinya menegaskan bahwa Jambi sedang berada dalam kondisi darurat yang memerlukan tindakan luar biasa (extraordinary measures). Ia secara terang-terangan membidik pucuk pimpinan kepolisian daerah.

“Kami meminta kepada Mabes POLRI untuk segera mengganti KAPOLDA Jambi karena dinilai tidak mampu mengatasi peredaran narkoba. Segera periksa semua oknum yang terlibat tanpa pandang bulu,” tegas Habib Ahmad Sukri.

Tak hanya menuntut pencopotan, massa juga mendesak intervensi politik dari Senayan. Mereka meminta Komisi III DPR RI untuk segera memanggil Kapolda Jambi dan seluruh jajaran Dirnarkoba Polda Jambi. Tujuannya satu: mempertanggungjawabkan mengapa peredaran barang haram tersebut seolah mendapat “angin segar” di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Taruhan Generasi: Melawan atau Musnah

Bagi para demonstran, pilihan hari ini hanya dua: bangkit melawan atau diam dan melihat generasi masa depan hancur. “Nasib generasi kedepannya ada di tangan kita yang hari ini masih bisa bersuara. Jangan sampai rusaknya generasi depan karena diamnya kita hari ini,” tulis seruan tersebut dengan nada getir.

Aksi besok di depan gerbang Mapolda Jambi diprediksi akan menjadi salah satu unjuk rasa terbesar di tahun 2026. Di sana, suara-suara yang selama ini coba diredam akan berteriak serentak, menuntut pembersihan oknum beking narkotika dan kepastian hukum yang tidak hanya menyasar pemakai, tapi juga “ikan besar” di balik layar. (*)

📝 CATATAN REDAKSI & HAK JAWAB

Sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers:

  1. Fungsi Pers (Pasal 3): Laporan ini diterbitkan sebagai wujud fungsi kontrol sosial terhadap kinerja institusi penegak hukum guna kepentingan publik dan perlindungan generasi muda.
  2. Hak Jawab: Redaksi senantiasa menyediakan ruang bagi Polda Jambi untuk memberikan klarifikasi atau data tandingan mengenai upaya pemberantasan narkoba yang telah mereka lakukan untuk menanggapi tudingan “kebisuan” ini.
  3. Keadilan Informasi: Berita ini disusun berdasarkan seruan aksi dan pernyataan sikap koordinator lapangan sebagai bagian dari hak demokrasi masyarakat yang dilindungi undang-undang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *