SPPD Elit di Atas Penderitaan Rakyat: Ironi Hibah 3 Miliar Kwarda Jambi di Tengah Defisit Daerah

Desakan untuk menghentikan bantuan dana hibah ke Kwarda Pramuka Jambi mencuat. Dengan aset miliaran rupiah dari hasil sawit di Tanjabbar, suntikan dana APBD dituding hanya habis untuk biaya perjalanan dinas pengurus.

Oleh Redaksi Pemayung.com

JAMBI, PEMAYUNG.COM – Alokasi dana hibah Pemerintah Provinsi Jambi untuk Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jambi kini berada di bawah bidikan kritik tajam. Bantuan senilai Rp3 miliar dari APBD tersebut dinilai mubazir dan tidak tepat sasaran, mengingat Kwarda Jambi diklaim sebagai salah satu organisasi pramuka terkaya yang sudah memiliki kemandirian finansial.

Data yang dihimpun tim investigasi menunjukkan bahwa Kwarda Jambi saat ini mengelola aset produktif berupa perkebunan sawit di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar). Hasil dari hibah lahan sawit tersebut dilaporkan telah memberikan akumulasi kekayaan fantastis bagi organisasi, dengan nilai total mencapai Rp14 miliar.

“Kwarda Jambi itu sudah mandiri secara ekonomi. Mereka punya kebun sawit di Tanjabbar yang nilainya mencapai Rp14 miliar. Sangat ironis jika mereka masih menyusu pada APBD Provinsi Jambi,” ujar seorang sumber yang memahami aliran dana organisasi tersebut.

Habis untuk SPPD PengurusKritik semakin memanas ketika alokasi hibah Rp3 miliar dari Pemprov Jambi tahun ini ditengarai tidak berdampak signifikan pada pengembangan kegiatan kepanduan di tingkat bawah (Gugus Depan). Sebaliknya, sebagian besar dana tersebut diduga justru tersedot untuk biaya operasional dan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) para pengurus.

“Dana 3 miliar itu mubazir. Bukannya untuk membiayai kegiatan pramuka di sekolah-sekolah atau pembinaan prestasi, malah diduga habis untuk biaya jalan-jalan atau SPPD pengurus saja. Ini yang kita sayangkan,” tambah sumber tersebut.

Kondisi ini memicu desakan agar Gubernur Jambi segera mengevaluasi atau bahkan menghentikan total bantuan hibah ke Kwarda Jambi pada tahun anggaran mendatang. Dana tersebut dinilai jauh lebih bermanfaat jika dialihkan untuk bantuan pendidikan atau infrastruktur yang langsung menyentuh masyarakat luas.

Sesuai dengan data terkini per April 2026, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jambi saat ini masih dijabat oleh Dr. H. Sudirman, S.H., M.H. (yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Jambi). 

Berikut adalah simulasi rincian perbandingan dana :

Simulasi Perbandingan Kemandirian Dana vs Hibah (Estimasi)

Sumber Dana Nilai/TahunStatusPeruntukan Utama (Diduga)
Hasil Sawit Tanjabbar± Rp14 Miliar (Akumulasi)MandiriPenguatan Aset & Operasional Internal
Pendapatan Rutin Sawit± Rp3 – 4,2 MiliarMandiriPembagian 70:30 dengan Mitra PT IIS
Dana Hibah PemprovRp3 MiliarAPBDDiduga habis untuk SPPD & Biaya Birokrasi Pengurus

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kwarda Gerakan Pramuka Jambi belum memberikan tanggapan resmi terkait rincian penggunaan dana hibah Rp3 miliar maupun transparansi pengelolaan hasil kebun sawit di Tanjabbar.

UNDANG-UNDANG PERS DAN HAK JAWAB

Redaksi Pemayung.com menjunjung tinggi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Sesuai dengan Pasal 5 ayat (2) dan (3) UU Pers, kami menyediakan ruang Hak Jawab bagi jajaran pengurus Kwarda Pramuka Jambi dan Pemerintah Provinsi Jambi untuk memberikan klarifikasi, sanggahan, atau koreksi atas informasi dalam berita ini. Kami berkomitmen untuk menyajikan berita yang berimbang (cover both sides) demi kepentingan publik.