Catatan Redaksi Oleh Sutan Tuah Pelito Intan
JAMBI, Pemayung.com – Bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jambi tahun 2026 kian memanas. Di tengah spekulasi nama-nama besar yang muncul, sosok Ajrisa Windra mencuri perhatian publik. Meski dijagokan sebagai kandidat kuat, ia menegaskan loyalitas tunggalnya untuk tetap mengawal visi “Batanghari Super Tangguh”
Kursi Sekda Kota Jambi bukan sekadar jabatan administratif tertinggi bagi ASN, melainkan posisi strategis sebagai “bumper” kebijakan Walikota. Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Asrinaldi, S.Sos, M.Si: Pakar ilmu politik dan kebijakan publik dari Universitas Andalas., menilai bahwa selain kompetensi, faktor loyalitas dan integritas menjadi variabel paling mahal dalam seleksi kali ini.
Berdasarkan analisis dinamika di lapangan, muncul enam nama yang diprediksi akan menjadi sorotan utama dalam proses lelang jabatan (open bidding) mendatang:
1. Ardi (Kaban BPPRP): Sang Penengah yang Tenang
Ardi masih menempati posisi teratas sebagai kandidat paling stabil. Senioritas dan kematangannya di DLH menjadikannya figur yang mampu merangkul semua faksi di Balaikota.
- Kelebihan: Minim resistensi dan memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan ASN internal Kota Jambi.
- Kekurangan: Perlu meningkatkan daya lobi politik makro ke gedung dewan.
2. Ajrisa Windra (Kadis PUTR Batanghari): Kuda Hitam yang Loyal
- Kelebihan: Memiliki loyalitas tinggi dan integritas yang sudah teruji di lapangan.
- Catatan Strategis: Meski masuk dalam pusaran calon Sekda Kota Jambi, Ajrisa secara terbuka menegaskan bahwa dirinya tidak akan meninggalkan Batanghari. Pilihan ini diambil demi menuntaskan cita-cita besar mewujudkan Batanghari Super Tangguh. Bagi banyak pihak, sikap ini justru meningkatkan nilai tawarnya sebagai birokrat yang tidak haus jabatan, melainkan fokus pada pengabdian.
- Kekurangan: Faktor “eksternal” (berasal dari kabupaten)
3. Mulyadi (Asisten II Setda): Gerbong Besar di Belakang
Sebagai mantan nahkoda di Dinas Pendidikan, Mulyadi membawa gerbong besar dukungan dari sektor tenaga pendidik dan kependidikan.
- Kelebihan: Pengalaman manajerial organisasi dengan personel ribuan orang.
- Kekurangan: Risiko resistensi dari luar sektor pendidikan jika tidak melakukan konsolidasi yang cair. Harus membuktikan mampu mengelola isu ekonomi dan hukum di luar sektor kependidikan.
4. Nella Ervina (Kepala Disperindag): Energi Inovasi
Nella mewakili figur modern yang cakap dalam hal transformasi digital dan pelayanan publik.
- Kelebihan: Sangat mahir dalam komunikasi publik dan akselerasi program ekonomi kerakyatan.
- Kekurangan: Ritme kerjanya yang cepat terkadang memicu resistensi dari kalangan birokrat konvensional.
5. M Saleh Ridha (Kepala Dinas Diskominfo): Responsif & Populer
Dikenal luas oleh masyarakat karena kecepatannya menangani persoalan di jalanan dan koordinasi antarinstansi.
- Kelebihan: Popularitas tinggi dan keluwesan dalam berkomunikasi lintas sektoral.
- Kekurangan: Perlu memperkuat ketajaman administratif di balik meja setara dengan kepiawaian lapangan.
6. Momon Sukmana Pitra (Kepala Dinas PUPR): Eksekutor Pembangunan
Meskipun berada di urutan keenam, peran Momon sangat vital dalam mengawal proyek strategis fisik di Kota Jambi.
- Kelebihan: Penguasaan teknis mendalam dan manajemen anggaran belanja modal yang besar.
- Kekurangan: Hingga saat ini, publik masih menunggu hasil konkret di titik-titik rawan banjir yang belum sepenuhnya teratasi.
Menakar Akhir Persaingan
Pilihan Ajrisa Windra untuk tetap setia di Batanghari memberikan sinyal bahwa integritas daerah asal adalah prioritas utama. Sementara di sisi lain, kandidat internal seperti Ardi dan Mulyadi diprediksi akan bersaing ketat memperebutkan restu Walikota Maulana. Siapa yang akhirnya dipilih? Jawabannya ada pada kematangan administratif dan keselarasan visi dengan pimpinan Kota Jambi ke depan.
Catatan Redaksi:Seluruh proses peliputan tunduk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Hak Jawab dan Koreksi:Sesuai Pasal 1, 5, dan 6 UU No. 40/1999, setiap pihak yang disebutkan berhak memberikan Hak Jawab atau koreksi melalui meja redaksi Pemayung.com.





















