Antisipasi Banjir, JBC Harus Bangun Kolam Retensi Berkapasitas 3.600 Meter Kubik

Laporan : Lingkungan

PEMAYUNG.COM JAMBI – Pengembang kawasan superblok Jambi Business Center (JBC) memperkuat infrastruktur pengelolaan air hujan dengan membangun kolam retensi di area proyek. Langkah ini diambil guna memastikan aktivitas komersial di lahan seluas 73.938 meter persegi tersebut tidak berdampak negatif pada sistem drainase perkotaan di wilayah sekitarnya.

Manajemen JBC mengungkapkan bahwa kolam retensi yang dibangun memiliki volume tampung mencapai 3.600 meter kubik. Secara teknis, fasilitas ini menempati lahan seluas 1.474,87 meter persegi dengan kedalaman mencapai 2,5 meter. Kolam ini diproyeksikan menjadi “parkir air” sementara sebelum dialirkan ke saluran pembuangan akhir.

“Fungsi utama kolam ini adalah menangkap limpasan air hujan (run-off) dari seluruh kawasan internal JBC yang mencapai kurang lebih 7 hektare. Kami berupaya agar debit air yang keluar ke drainase kota tetap terkendali, bahkan saat intensitas hujan tinggi,” ungkap perwakilan manajemen dalam keterangan teknisnya.

Selain kolam penampungan, pihak JBC saat ini tengah melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kota Jambi terkait revisi desain drainase. Rencananya, sistem pembuangan air dari kawasan JBC akan dibuat mandiri atau terpisah dari drainase umum milik pemerintah untuk menghindari kelebihan beban (overload) pada saluran yang sudah ada.

Kawasan JBC sendiri direncanakan menjadi pusat ekonomi baru di Jambi yang mengintegrasikan mall lima lantai seluas 74.000 meter persegi, hotel, convention center, dan deretan ruko komersial. Dengan adanya kolam retensi ini, pengembang berharap dapat menciptakan kawasan bisnis yang modern sekaligus ramah lingkungan.

Benarkah Kawasan Jambi Business Center (JBC) memiliki infrastruktur penampungan air berupa kolam retensi dengan kapasitas tampung sebesar 3.600 m³ ?.

Berikut adalah rincian mengenai pengelolaan air hujan di kawasan tersebut:

  • Kapasitas Kolam: Kolam retensi yang dibangun memiliki volume tampung sebesar 3.600 m³.
  • Spesifikasi Teknis: Berdasarkan data teknis, kolam ini memiliki luas sekitar 1.474,87 m² dengan kedalaman mencapai 2,5 meter.
  • Fungsi: Kolam ini dirancang khusus untuk menampung limpasan air hujan dari area internal JBC yang seluas kurang lebih 7 hektar agar tidak langsung membebani sistem drainase kota.
  • Rencana Pengembangan: Pihak manajemen JBC sedang melakukan revisi desain untuk memisahkan sistem drainase JBC dari drainase umum milik pemerintah kota guna mencegah terjadinya overload atau kelebihan kapasitas saat terjadi hujan ekstrem

Pembangunan sistem drainase beton permanen saat ini terus dikebut seiring dengan progres pembangunan fisik gedung utama, guna memastikan seluruh sistem mitigasi banjir berfungsi optimal sebelum kawasan ini diresmikan.

Berdasarkan data hidrologi dan teknis yang tersedia, kapasitas kolam retensi Jambi Business Center (JBC) secara teoritis mampu menampung curah hujan dari area internalnya sendiri, namun memiliki risiko kelebihan beban (overload) jika sistemnya masih tercampur dengan drainase kota.

Berikut adalah analisis kemampuannya:

1. Kapasitas vs. Luas Area

  • Volume Kolam: Kapasitas tampung sebesar 3.600 m³ dirancang untuk area internal JBC seluas kurang lebih 7 hektar.
  • Logika Penampungan: Jika hujan lebat turun merata dengan intensitas 50 mm (kategori hujan lebat) dalam waktu singkat, total volume air yang jatuh di lahan 7 hektar adalah sekitar 3.500 m³. Dengan kapasitas 3.600 m³, kolam tersebut secara presisi mampu menahan satu siklus hujan lebat internal sebelum air dilepaskan perlahan. 

2. Tantangan dan Risiko Overload

Meskipun kapasitasnya memadai untuk internal, efektivitasnya sering terganggu oleh faktor eksternal:

  • Beban Ganda: Masalah banjir yang sempat terjadi di Simpang Mayang menunjukkan bahwa kolam ini sebelumnya juga menampung limpasan air dari wilayah sekitar seperti Jamtos, Tugu Juang, dan Sungaikambang. Hal ini menyebabkan volume air yang masuk melebihi 3.600 m³.
  • Kebutuhan Pemisahan Saluran: Tenaga ahli menyarankan agar sistem JBC dipisahkan sepenuhnya dari drainase umum agar kolam retensi berfungsi eksklusif hanya untuk area JBC. 

Catatan Redaksi :

Penerbitan berita ini senantiasa menjunjung tinggi prinsip-prinsip jurnalistik yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sesuai dengan Pasal 5 ayat (1), pers nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah. Kami juga menjamin hak jawab dan hak koreksi sebagaimana diatur dalam Pasal 1 angka 11 dan 12 bagi pihak yang merasa keberatan terhadap informasi yang disampaikan dalam pemberitaan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *