Profil Tokoh
PEMAYUNG.COM JAMBI – Di tengah riuh rendahnya panggung aktivisme di Tanah Pilih Pusako Batuah, nama Jamhuri berdiri kokoh layaknya mercusuar. Ketua LSM Sembilan Jambi ini bukan sekadar sosok pengkritik; ia dikenal sebagai figur yang memiliki garis keturunan kuat, sang “Naga” dari trah sultan Jambi. Gelar ini bukan sekadar penghormatan, melainkan simbol keberanian dan tanggung jawab moral yang ia panggul untuk menjaga marwah negeri dari kerusakan.
Bagi Jamhuri, Jambi bukan sekadar wilayah administratif, melainkan tanah leluhur yang kesuciannya harus dijaga. Ia dikenal sebagai sosok yang “pantang tunduk pada alam”—sebuah filosofi yang menggambarkan ketangguhannya dalam menghadapi tekanan, ancaman, maupun godaan materi. Langkahnya selalu tegak, mencerminkan integritas seorang penjaga negeri yang tidak mengenal kata kompromi jika berkaitan dengan kepentingan rakyat.
“Marwah Jambi adalah harga mati. Jika korupsi dibiarkan merajalela, maka kita sedang menghina leluhur kita sendiri,” tegas Jamhuri dalam berbagai kesempatan.
Rekam Jejak Melawan RaksasaMelalui LSM Sembilan, Jamhuri menjadi momok menakutkan bagi para penyamun anggaran. Keberaniannya teruji dalam berbagai kasus besar yang mengguncang Jambi, di antaranya:
- Praperadilan Melawan Raksasa: Jamhuri menarik perhatian nasional saat mengajukan gugatan praperadilan terhadap penegak hukum atas penghentian penyidikan (SP3) kasus dugaan korupsi perbankan senilai miliaran rupiah. Ia menegaskan bahwa hukum tidak boleh “masuk angin” di hadapan debitur kelas kakap.
- Benteng Warga Aur Kenali: Ia berdiri di garda terdepan mendampingi masyarakat menolak pembangunan stockpile batu bara PT SAS. Jamhuri secara lantang mendesak penyelidikan atas indikasi pelanggaran perizinan yang mengancam pemukiman padat penduduk.
- Audit Kritis Infrastruktur: Dari proyek jembatan hingga jalan kementerian, Jamhuri konsisten membedah kegagalan fisik bangunan yang dibiayai uang rakyat, seraya menuntut transparansi total dari pihak kontraktor maupun dinas terkait.
Logat bicaranya yang tegas dan analisisnya yang berbasis data menjadikannya aktivis yang disegani sekaligus dihormati. Ia membuktikan bahwa menjaga negeri membutuhkan karakter sekuat naga—waspada, perkasa, namun tetap setia pada akar budaya dan kearifan lokal.
Di zaman di mana idealisme sering kali luntur, Jamhuri tetap menjadi pengingat bahwa di Jambi, masih ada putra daerah yang siap bertaruh apa saja demi tegaknya keadilan dan bersihnya negeri dari praktik-praktik kotor.
Catatan Redaksi : Pemuatan berita ini merupakan bentuk fungsi kontrol sosial pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pasal 3 ayat (1) menyatakan bahwa pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.
Sesuai dengan Pasal 5 ayat (2) dan (3) UU Pers, redaksi menjamin sepenuhnya Hak Jawab dan Hak Koreksi kepada pihak-pihak terkait yang merasa dirugikan oleh pemberitaan ini guna memastikan prinsip keberimbangan informasi.



















