Aroma Mark-Up SR Bagan Pete : Lahan 5,6 Hektare, Biaya Land Clearing Rp400 Juta Jadi Sorotan

JAMBI, Pemayung.com – Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Bagan Pete kembali memicu polemik terkait penggunaan anggaran. Tim Investigasi Cinta Jambi dan Pemayung.com menemukan indikasi ketidakwajaran dalam paket pekerjaan penyiapan lahan (land clearing) seluas 5,6 hektare yang menghabiskan biaya fantastis mencapai Rp399.877.500.

Sorotan tajam tertuju pada perusahaan pelaksana, CV The King Mukraen. Berdasarkan hasil penelusuran, perusahaan ini ditengarai tidak memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) konstruksi yang valid untuk pengerjaan fisik berskala besar. Pelolosan perusahaan yang diduga non-konstruksi dalam proyek senilai hampir Rp400 juta ini mengindikasikan adanya kelalaian fatal dari oknum Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Secara matematis, biaya tersebut dinilai melampaui standar pasar di Jambi. Untuk pembersihan lahan kategori hutan sekunder seluas 5,6 hektare, estimasi wajar seharusnya berkisar antara Rp100 juta hingga Rp196 juta. Angka Rp400 juta yang digelontorkan untuk CV The King Mukraen memicu dugaan kuat adanya praktik penggelembungan anggaran (mark-up) yang merugikan keuangan negara.

John Kei, dari Tim Investigasi Cinta Jambi, menyatakan proyek ini cacat sejak tahap penunjukan rekanan. “Bagaimana mungkin pekerjaan teknis diberikan kepada perusahaan yang diduga tidak memiliki kompetensi legal? Nilainya pun jauh di atas kewajaran harga satuan di Jambi,” tegasnya. Tim Investigasi Cinta Jambi mendesak BPK untuk segera melakukan audit investigatif terhadap kontrak ini.

Situasi ini kian pelik mengingat proyek fisik Sekolah Rakyat sendiri didanai oleh APBN dengan nilai kontrak mencapai Rp446,4 miliar. Carut-marut di tahap penyiapan lahan dikhawatirkan menjadi pintu masuk bagi penyimpangan anggaran yang lebih besar pada tahap pembangunan gedung nantinya.

Hingga saat ini, pihak CV The King Mukraen maupun instansi terkait belum memberikan penjelasan resmi mengenai dasar perhitungan biaya tersebut. Integritas proyek yang dicanangkan untuk rakyat miskin ini kini berada di ujung tanduk akibat lemahnya pengawasan dan profesionalisme manajemen proyek.

ESTIMASI HARGA PASAR WAJAR (Bagan Pete)

Berdasarkan Standar Satuan Harga Jasa Alat Berat di Jambi (Durasi Kerja ±10 Hari)

  • Sewa Ekskavator (2 Unit):
    • Rp450.000/jam x 8 jam x 10 hari = Rp72.000.000
  • Sewa Buldozer (1 Unit):
    • Rp550.000/jam x 8 jam x 10 hari = Rp44.000.000
  • Mobilisasi & Demobilisasi Alat:
    • Estimasi 3 Unit Alat = Rp15.000.000
  • Biaya Operator & BBM (Sudah termasuk dalam sewa/all-in): Rp0
  • Biaya Tak Terduga & Koordinasi (10%): Rp13.100.000
  • TOTAL ESTIMASI WAJAR: Rp144.100.000

Catatan Redaksi : Seluruh naskah ini disusun oleh redaksi Pemayung.com dengan menjunjung tinggi amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sesuai dengan pasal 5 ayat (2) dan (3), redaksi memberikan ruang seluas-luasnya bagi pihak terkait untuk menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi apabila terdapat kekeliruan fakta maupun keberatan terhadap isi pemberitaan demi keberimbangan informasi.