Benteng Aspirasi Kerinci-Sungai Penuh

Menelusuri jejak pengabdian Amrizal di DPRD Provinsi. Bagaimana sang legislator mengonversi aspirasi warga Kerinci-Sungai Penuh menjadi realita pembangunan.

Pemayung.com, JAMBI — Bagi Amrizal, perjuangan di Gedung DPRD Provinsi Jambi bukan sekadar soal adu argumen di ruang rapat paripurna. Ia sadar betul bahwa bagi warga Kerinci dan Sungai Penuh, politik adalah soal seberapa mulus jalan menuju ladang dan seberapa lancar air mengalir ke sawah.

Penelusuran terhadap rekam jejaknya menunjukkan bahwa Amrizal secara konsisten menitikberatkan alokasi anggaran pada dua sektor krusial: Infrastruktur Jalan Produksi dan Ketahanan Pangan.

1. Menembus Isolasi Lahan PertanianSalah satu capaian yang dirasakan langsung oleh petani adalah perjuangannya dalam pengadaan alat berat dan pembukaan jalan usaha tani. Di wilayah seperti Kayu Aro dan pesisir Danau Kerinci, akses jalan yang memadai telah memangkas biaya angkut hasil bumi secara signifikan. Amrizal dipandang sebagai pengawal “dana aspirasi” yang paling vokal memastikan alat mesin pertanian (alsintan) tidak hanya parkir di dinas, tapi bekerja di tangan kelompok tani.

2. Benteng bagi Petani Kayu Manis dan TehSebagai putra daerah yang paham betul anatomi ekonomi lokal, Amrizal menjadi garda depan dalam mengusulkan regulasi perlindungan harga komoditas unggulan. Ia mendesak pemerintah provinsi untuk tidak hanya fokus pada pembangunan di pusat kota, tetapi juga memberikan subsidi pupuk dan bibit berkualitas bagi petani kayu manis (kulit manis) yang menjadi identitas ekonomi Kerinci.

3. Respons Cepat BencanaWilayah Kerinci dan Sungai Penuh yang rawan longsor dan banjir menuntut wakil rakyat yang tak sekadar duduk di belakang meja. Amrizal dikenal sebagai legislator yang kerap “curi start” mendahului bantuan resmi; ia sering terlihat di lokasi bencana bersama warga, memastikan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum segera turun untuk membuka akses jalan yang tertimbun longsor.

TAJUK KRITIK: Politik Kehadiran

Keunggulan Amrizal terletak pada apa yang disebut pengamat sebagai “Politik Kehadiran”. Di saat banyak politisi terjebak dalam sekat birokrasi, Amrizal memilih memangkas jarak. Langkahnya yang selalu hadir dalam setiap musyawarah desa membuatnya bukan hanya sekadar “Wakil Rakyat”, melainkan bagian dari keluarga besar masyarakat Kerinci.

“Kursi di DPRD ini bukan milik saya, ini titipan warga Kerinci dan Sungai Penuh. Kalau saya tidak hadir saat mereka ditimpa musibah atau butuh bantuan, untuk apa saya duduk di sana? Kehadiran adalah bentuk paling nyata dari rasa syukur atas amanah.” ujarnya

“Bagi saya, politik bukan soal adu retorika di gedung mewah. Politik itu sesederhana memastikan petani kita punya pupuk, anak-anak kita punya jalan yang layak ke sekolah, dan rakyat tahu ke mana harus mengadu saat mereka kesulitan.” tutup Amrizal ketika diwawancara awak media.

“Dia tahu kapan harus bicara keras di Jambi untuk membela anggaran kita, dan tahu kapan harus duduk di lantai rumah warga untuk mendengar keluhan,” ujar seorang tokoh masyarakat di Sungai Penuh. Strategi “jemput bola” ini terbukti efektif menjaga kepercayaan konstituen di tengah kian apatisnya publik terhadap institusi legislatif.

Rangkuman Realisasi: “Tangan Dingin” Amrizal untuk Kerinci-Sungai Penuh

Berdasarkan data serapan aspirasi dan pengawalan anggaran di DPRD Provinsi Jambi, berikut adalah sejumlah proyek strategis dan bantuan yang berhasil direalisasikan melalui perjuangan Amrizal selama masa jabatannya:

1. Sektor Infrastruktur Jalan dan Jembatan

  • Peningkatan Jalan Lingkungan: Pembangunan dan pengaspalan jalan lingkungan di sejumlah desa di Kecamatan Kayu Aro dan Gunung Kerinci guna memperlancar mobilitas warga.
  • Jalan Usaha Tani (JUT): Pembukaan dan pengerasan jalur distribusi hasil bumi di wilayah perbukitan, memudahkan petani Kayu Manis dan Teh membawa hasil panen ke pasar.
  • Rehabilitasi Irigasi: Perbaikan saluran irigasi di wilayah pesisir Danau Kerinci untuk memastikan pasokan air ke sawah-sawah warga tetap stabil di musim kemarau.

2. Dukungan Sektor Pertanian (Alsintan)

  • Distribusi Traktor dan Cultivator: Pengadaan puluhan unit mesin pembajak tanah bagi kelompok tani sayur di kaki Gunung Kerinci.
  • Bantuan Bibit Unggul: Penyaluran bibit kopi Arabika dan kayu manis kualitas ekspor untuk peremajaan lahan petani rakyat.
  • Alat Pasca-Panen: Bantuan mesin pengering dan pengolah hasil pertanian untuk meningkatkan nilai jual produk lokal Sungai Penuh.

3. Sektor Sosial dan Bencana

  • Normalisasi Sungai: Pengawalan proyek pengerukan sungai di titik-titik rawan banjir di Kota Sungai Penuh guna meminimalisir dampak luapan air saat musim penghujan.
  • Bantuan Rumah Ibadah: Penyaluran dana hibah untuk renovasi masjid dan mushola di pelosok desa yang selama ini luput dari perhatian pemerintah pusat.

ANALISIS REDAKSI: Melampaui Tugas Legislasi

Keberhasilan realisasi proyek-proyek di atas menunjukkan bahwa Amrizal tidak hanya berperan sebagai pembuat aturan (legislator), tetapi juga sebagai akselerator pembangunan. Ia mampu memanfaatkan fungsi anggaran (budgeting) dewan secara efektif untuk menambal lubang-lubang pembangunan yang tidak terjangkau oleh APBD Kabupaten/Kota.

“Yang dibutuhkan rakyat bukan janji di atas kertas, tapi aspal di depan rumah dan alat kerja di tangan petani,” ungkap seorang tokoh pemuda Kerinci. Konsistensi Amrizal dalam mengawal setiap rupiah anggaran hingga ke tangan masyarakat inilah yang membuatnya tetap menjadi figur sentral yang dihormati di wilayah Jambi bagian Barat.

Catatan Redaksi: Daftar ini disusun berdasarkan laporan kegiatan reses dan dokumentasi fisik pembangunan di Dapil Kerinci-Sungai Penuh hingga April 2026. Seluruh program di atas merupakan bagian dari sinkronisasi antara aspirasi masyarakat dan kebijakan anggaran Pemerintah Provinsi Jambi.