Pemayung.com, Jambi – Aroma korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi sejak beberapa tahun terakhir sudah tampak tercium ke permukaan. Pemimpin yang dulu dinilai bersih pun, kini diragukan oleh masyarakat Jambi.
Tokoh pemuda Jambi, Afrizal mengatakan, dengan terkuaknya kasus dugaan korupsi Varial Adhi Putra Cs di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, menjadikan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin saat ini merosot tajam.
“Pertama saya apresiasi kinerja Polda Jambi yang berani ungkap kasus korupsi DAK Pendidikan dan menetapkan sejumlah tersangka. Kasus ini menjadi awal adanya korporasi yang dilakukan oknum pejabat teras Pemprov Jambi,” ujar Afrizal, Minggu (10/05/2026).
Dirinya menyebut, di era kepemimpinan Wo Gub para pejabat koruptor mulai bermunculan dan adanya tebang pilih dalam proses hukum yang dilakukan Aparat Penegak Hukum (APH).
“Mungkin saya duga adanya atensi yang membuat APH tebang pilih dalam proses hukum kasus korupsi di Jambi. Apalagi dalam tangani kasus korupsi DAK Pendidikan,” sebutnya.
Ia mengungkapkan, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menjadi sorotan publik pasca terkuaknya kasus dugaan korupsi berjamaah yang dilakukan hampir seluruh pejabat di dinas tersebut.
“Selain 2022, BPK juga menemukan adanya penyimpangan anggaran DAK Pendidikan di Disdik Provinsi Jambi tahun 2024. Bahkan lagi lagi nama wo gub dikaitkan dalam kasus DAK Pendidikan ini,” bebernya.
Seperti pemberitaan sebelumnya, terdapat dugaan penyimpangan anggaran DAK Pendidikan 2024 yang dilakukan sejumlah oknum pejabat teras Disdik Provinsi Jambi saat ini. Nama Kadisdik, Umar, (orang dekat gubernur) diduga terseret dalam pusaran korupsi DAK Pendidikan 2022 dan 2024.
Sementara hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari Pemprov Jambi maupun Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.
















