Di tengah fokus memperkuat kepemimpinan di Akademi Militer Magelang, posisi Kemas Faried Alfarelly sebagai Ketua DPRD Kota Jambi diterpa isu pergantian. Namun, partai pengusung menegaskan kabar kudeta tersebut hanyalah hoaks yang tidak berdasar.
PEMAYUNG.COM, JAMBI – KETIKA para pimpinan DPRD se-Indonesia sedang digembleng dalam kegiatan retreat nasional di Akademi Militer (Akmil) Magelang, sebuah kabar miring mendadak berembus kencang di Kota Jambi. Isu mengenai “kudeta” atau pergantian posisi Ketua DPRD Kota Jambi mulai menjadi konsumsi publik, memicu spekulasi tentang keretakan di internal koalisi maupun partai pengusung. Namun, narasi panas tersebut segera didinginkan oleh pernyataan resmi dari pemegang kebijakan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Pemayung.com, Ketua DPD Partai Golkar Kota Jambi, Budi Setiawan, secara tegas menepis isu pergantian Kemas Faried Alfarelly. Ia menyatakan bahwa tidak ada agenda atau mekanisme partai yang sedang berjalan untuk menggeser posisi pimpinan legislatif tersebut. Kabar pergantian jabatan itu dipastikan hanya rumor yang berkembang di masyarakat tanpa landasan hukum atau politik yang jelas.
Fokus di Lembah TidarSementara isu berkembang di daerah, Kemas Faried Alfarelly sendiri sedang terkonsentrasi penuh mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) yang diselenggarakan oleh Lemhannas RI di Magelang sejak 15 hingga 19 April 2026. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah, serta dibuka langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Kehadiran Faried dalam kegiatan strategis nasional ini justru menunjukkan stabilitas posisinya sebagai pimpinan daerah. “Retreat ini momentum penting untuk memperkuat peran legislatif dalam pembangunan kota yang selaras dengan kebijakan nasional,” ujar Faried menanggapi perannya di Magelang, tanpa memusingkan gejolak isu di Jambi.
Sorotan dari IPAKJKetua Ikatan Pemuda Anti Korupsi Jambi (IPAKJ), Afrizal, turut memberikan tanggapannya kepada Pemayung.com. Ia menilai kemunculan isu kudeta di tengah agenda kedinasan pimpinan daerah sering kali merupakan bentuk gangguan politik yang tidak produktif.
“Publik jangan mudah terprovokasi. Di saat pimpinan sedang fokus meningkatkan kapasitas untuk kepentingan daerah di Magelang, munculnya isu pergantian ini justru patut dicurigai sebagai upaya pelemahan konsentrasi kerja. Kita butuh stabilitas, bukan drama politik yang tidak jelas dasarnya,” tegas Afrizal. Ia menekankan agar semua pihak lebih fokus pada hasil nyata dari pembekalan pimpinan tersebut daripada terjebak dalam rumor kursi kekuasaan.
Antara Rumor dan Fakta Sejauh ini, struktur pimpinan DPRD Kota Jambi tetap solid di bawah kendali Kemas Faried Alfarelly (Ketua), didampingi oleh Muhammad Yasir, Jefrizen, dan Naim sebagai Wakil Ketua. Penegasan dari internal partai Golkar seolah menutup rapat celah spekulasi mengenai adanya pengambilalihan kursi pimpinan di tengah masa jabatan yang masih berjalan.
Rakyat Jambi kini lebih menanti hasil dari pelatihan kepemimpinan di “Lembah Tidar” tersebut bagi kemajuan pembangunan kota, daripada isu-isu liar yang terbukti hanya isapan jempol belaka.
Catatan Redaksi Pemayung.com:
Penerbitan artikel ini merupakan bagian dari menjalankan fungsi pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya dalam memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui dan melakukan kontrol sosial.
Sesuai dengan Pasal 1 butir 11 UU Pers, kami menjunjung tinggi Hak Jawab, yakni hak seseorang atau sekelompok orang untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan berupa fakta yang merugikan nama baiknya. Pihak-pihak yang merasa keberatan dengan isi berita ini dapat mengirimkan surat elektronik atau menghubungi redaksi kami untuk memberikan klarifikasi sesuai mekanisme yang berlaku pada Pemayung.com.





















