Oleh : Tuah Sutan Palito Intan
Munculnya duet Dr. Maulana dan Hj. Hesnidar (Hesti) Haris dalam berbagai simulasi polling publik mulai memanaskan bursa Pemilihan Gubernur Jambi 2029. Kombinasi figur teknokrat-sosial ini dinilai sebagai pasangan paling kompetitif pasca-era kepemimpinan Al Haris.
KOTA JAMBI – Peta politik Provinsi Jambi menjelang tahun 2029 mulai menunjukkan kejutan. Setelah sebelumnya nama Wali Kota Jambi, Dr. Maulana, kokoh di puncak elektabilitas, kini muncul narasi baru yang menyandingkannya dengan Hj. Hesnidar Haris—istri dari Gubernur Jambi saat ini, Al Haris—sebagai pasangan potensial.
Dalam pantauan di beberapa platform media sosial dan situs polling independen, nama pasangan Maulana-Hesti Haris kerap mendapatkan respons positif dari warganet. Polling yang digelar oleh Jambi Satu menunjukkan bahwa sinergi kedua tokoh ini mulai diincar publik sebagai suksesor kuat untuk memimpin Bumi Melayu.
Sinergi yang HarmonisKedekatan keduanya bukan tanpa alasan. Maulana, yang merupakan kader Partai Amanat Nasional (PAN), memiliki hubungan politik yang erat dengan Al Haris. Dalam berbagai kegiatan sosial, Maulana dan Hesti Haris kerap tampil bersama, seperti saat silaturahmi di Kebun Handil yang menunjukkan kekompakan keduanya di hadapan publik.
Hesti Haris sendiri dikenal sebagai sosok yang memiliki basis massa kuat di kalangan perempuan dan organisasi sosial. Sebagai Ketua TP PKK dan penggerak UMKM, ia dianggap mampu melengkapi profil Maulana yang kuat di sektor kesehatan dan birokrasi kota.
Tanggapan Santai MaulanaMenanggapi namanya yang kian santer disandingkan dengan Hesti Haris, Dr. Maulana memberikan jawaban diplomatis. “Saat ini saya masih memegang amanah masyarakat di tingkat kota. Perjalanan menuju 2029 masih panjang,” tuturnya kepada awak media pekan lalu.
Meski Maulana menegaskan ingin fokus pada pembangunan kota, tekanan publik dan hasil survei yang terus meroket sulit diabaikan. Analis politik lokal melihat duet ini sebagai “jalan tengah” yang mampu menjaga keberlanjutan program-program strategis yang telah diletakkan oleh kepemimpinan Jambi saat ini.
Berdasarkan dinamika politik terbaru per April 2026, Dr. Maulana tidak hanya unggul secara individu, tetapi juga mulai disimulasikan berpasangan dengan sejumlah tokoh kunci. Spekulasi mengenai duet Maulana-Hesti Haris menjadi salah satu kombinasi yang paling mendapatkan sorotan karena dianggap menggabungkan kekuatan birokrasi dan jaringan sosial yang luas.
Berikut adalah rincian simulasi pasangan dan hasil polling terkait:
Simulasi Pasangan Calon Gubernur Jambi 2029
- Maulana – Hesti Haris: Pasangan ini mencatat dukungan signifikan dalam polling informal di media sosial. Sinergi antara Maulana sebagai Wali Kota Jambi dan Hesti Haris sebagai tokoh penggerak sosial/PKK dinilai mampu menarik basis massa perempuan dan pemilih di wilayah Merangin (basis Al Haris) serta Kota Jambi.
- Maulana – Muhammad Rifaldi: Muncul sebagai salah satu opsi pasangan terkuat dari internal Partai Amanat Nasional (PAN). Analis politik menyebut duet sesama kader PAN ini berpotensi menang telak karena soliditas mesin partai di tingkat provinsi.
- Maulana – Fadhil Arief: Sering diperbincangkan dalam diskusi warung kopi politik sebagai duet “Dua Bupati/Wali Kota” sukses. Fadhil Arief (Bupati Batanghari) dianggap memiliki basis massa yang loyal di wilayah tengah Jambi.
- Maulana – Edi Purwanto: Kombinasi antara eksekutif (Wali Kota) dan legislatif anggota DPRRI dan juga (mantan Ketua DPRD Provinsi periode sebelumnya). Edi Purwanto memiliki kekuatan jaringan partai PDIP yang masif di seluruh kabupaten/kota.

KETENTUAN PERS DAN HAK JAWAB
Laporan berita ini disusun berdasarkan pengamatan terhadap dinamika sosial-politik dan polling publik yang berkembang di masyarakat, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Sesuai dengan Pasal 5 ayat (2) dan (3) UU Pers, kami menghormati hak setiap pihak untuk menyampaikan:
- Hak Jawab: Bagi pihak yang merasa keberatan atau ingin memberikan klarifikasi atas narasi yang disampaikan dalam berita ini, redaksi akan memberikan ruang yang setara untuk pemuatan penjelasan tersebut.
- Hak Koreksi: Kami terbuka terhadap setiap koreksi atas kekeliruan fakta dalam pemberitaan sebagai wujud tanggung jawab profesional sesuai Kode Etik Jurnalistik.



















