Kutukan Mersi di Tanah Pilih : Mengapa Kursi Demokrat Tak Ramah Mantan Bupati ???

LAPORAN UTAMA: DINAMIKA POLITIK

PEMAYUNG.COM JAMBI – Kabut misteri kembali menyelimuti gedung biru di Provinsi Jambi. Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Demokrat Jambi yang dijadwalkan pada akhir Mei 2026 kini menjadi panggung sirkus politik yang mendebarkan. Seolah menjadi kutukan yang tak terucap, kursi ketua bagi sosok mantan bupati selalu berakhir dengan “pendaratan darurat”. Kini, Mashuri, mantan Bupati Bungo yang tengah menjabat, dikabarkan sedang dihitung hari-harinya untuk segera didepak dari tampuk kekuasaan.

Langkah Balas Dendam Para LoyalisKetegangan menjelang Musda V ini tidak lepas dari bayang-bayang masa lalu. Kelompok loyalis Burhanuddin Mahir (Cik Bur), mantan Bupati Muaro Jambi yang dilengserkan Mashuri pada Musda 2021 lalu, kini mulai terkonsolidasi. Luka lama akibat pencopotan Cik Bur dari kursi Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi tampaknya belum mengering. Para loyalis Cik Bur disebut-sebut sedang melakukan gerilya politik ke DPC-DPC untuk memastikan Mashuri tidak lagi mendapatkan tempat di periode kedua.

“Politik Demokrat Jambi ini aneh, para mantan bupati selalu dijadikan tumbal Musda. Kini giliran Mashuri yang merasakan bagaimana rasanya digergaji dari bawah oleh kekuatan yang dulu ia pinggirkan,” bisik seorang sumber di lingkaran internal partai.

Skenario “Depak” di Akhir MeiPercepatan Musda V menjadi Mei 2026 diyakini bukan sekadar urusan teknis persiapan Pemilu 2029. Ini adalah skenario besar untuk mencari “nakhoda baru” yang lebih direstui oleh poros pusat dan didukung oleh faksi-faksi yang kecewa. Nama-nama seperti Muhammad Zen dan Ahmad Fauzi Ansori kian kencang disebut sebagai alternatif untuk memutus siklus kepemimpinan mantan bupati yang selalu berakhir konflik.

Kubu Mashuri kini terjepit di antara mosi tidak percaya pengurus daerah dan manuver para loyalis Cik Bur yang ingin memulihkan marwah kelompok mereka. Jika Mashuri benar-benar terjungkal pada akhir Mei nanti, maka lengkap sudah catatan sejarah bahwa lencana emas mantan bupati tidak pernah cukup sakti untuk bertahan lama di bawah naungan bintang mersi Jambi.

Antara Regenerasi dan Dendam PolitikPublik kini menanti, apakah Musda V nanti akan melahirkan regenerasi yang sehat, ataukah hanya akan menjadi ajang pemuasan dendam politik antar-gerbong mantan penguasa? Satu yang pasti, di Demokrat Jambi, menjadi mantan bupati bukanlah jaminan kursi ketua akan aman hingga akhir masa jabatan.

Peta Suara: Retaknya Basis Dukungan Mashuri

Dari total 11 suara DPC ditambah suara DPD dan DPP, posisi Mashuri kini sangat rawan. Strategi “gerilya” yang dijalankan para loyalis Burhanuddin Mahir (Cik Bur) telah membagi peta kekuatan menjadi tiga blok besar:

1. Blok Loyalis Cik Bur (Barisan Perlawanan)Blok ini dipelopori oleh DPC yang merasa disingkirkan pasca Musda 2021. Mereka bergerak atas dasar sentimen “pemulihan marwah”.

  • DPC Muaro Jambi: Sebagai basis utama loyalis Cik Bur, suara ini dipastikan menjadi motor penggerak untuk mendepak Mashuri.
  • DPC Kota Jambi: Sebagian pengurus di sini memiliki kedekatan historis dengan Cik Bur dan mulai menyuarakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Mashuri.
  • DPC Batang Hari: Dikabarkan mulai merapat ke poros perlawanan akibat komunikasi politik petahana yang dianggap kurang “cair”.

2. Blok “Mencari Aman” (Poros Pusat)Blok ini menunggu arahan dari DPP. Mereka cenderung berpihak pada siapa pun yang mendapatkan restu langsung dari Jakarta untuk menghindari siklus konflik berkepanjangan.

  • DPC Tanjung Jabung Barat & Timur: Dua DPC ini sering kali menjadi suara penentu yang mengikuti arah angin kebijakan pusat.
  • DPC Merangin & Sarolangun: Meskipun sempat dekat dengan Mashuri, mereka mulai bersikap dingin seiring munculnya nama kandidat alternatif seperti Muhammad Zen yang disebut-sebut punya “jalur khusus” ke DPP.

3. Blok Basis Petahana (Kubu Mashuri)Blok ini adalah benteng terakhir yang masih dipegang oleh Mashuri melalui hubungan kedaerahan dan jabatan bupati.

  • DPC Bungo: Sebagai basis kandang, Mashuri masih memegang kendali penuh di sini.
  • DPC Tebo & Sungai Penuh/Kerinci: Masih cenderung setia, namun kesetiaan ini mulai goyah seiring menguatnya narasi “percepatan Musda” yang dihembuskan kelompok penantang.

Analisis Strategi: “Gergaji dari Bawah”

Kekuatan loyalis Cik Bur tidak hanya terletak pada jumlah suara, tetapi pada penguasaan administrasi internal. Mereka menggunakan celah hukum terkait perombakan pengurus DPD sepihak yang dilakukan Mashuri tahun lalu untuk menggoyang legitimasi sang Ketua di mata DPP.

Jika blok Muaro Jambi, Kota Jambi, dan Batang Hari berhasil meyakinkan DPC di wilayah timur (Tanjab) untuk bergabung, maka Mashuri dipastikan akan kehilangan mayoritas suara sebelum Musda dimulai.

UNDANG-UNDANG PERS DAN HAK JAWABLaporan ini disusun sebagai analisis dinamika politik daerah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Redaksi menjunjung tinggi asas keberimbangan informasi dan memberikan ruang Hak Jawab seluas-luasnya bagi Mashuri, perwakilan loyalis Burhanuddin Mahir, serta pengurus DPD Partai Demokrat Jambi untuk memberikan klarifikasi resmi demi transparansi informasi bagi publik Jambi.