PEMAYUNG.COM JAMBI – Di panggung politik Jambi yang kerap riuh oleh janji-janji bombastis, Ritas Mairiyanto memilih menempuh jalur sunyi yang penuh kehati-hatian. Mantan politisi Gerindra yang terpilih secara aklamasi menakhodai DPD Partai Hanura Provinsi Jambi pada November 2025 lalu ini, kini sedang merajut kekuatan baru. Bukan dengan gertakan, melainkan dengan pegangan filosofi lama: Bajalan paliharo kaki, mangecek paliharo lidah.
Filosofi Kehati-hatian di Medan PolitikFilosofi “Berjalan pelihara kaki, berkata pelihara lidah” bukan sekadar hiasan retorika dalam pidato-pidato Ritas. Di tengah transisi kepemimpinan dan upaya membangkitkan kembali “Hati Nurani” di Tanah Pilih Pesako Betuah, prinsip ini menjadi kompas moral. Bagi Ritas, memelihara “kaki” berarti setiap langkah politik—termasuk manuver merekrut tokoh sekaliber Prof. Abdul Bari Azed—harus berpijak pada kalkulasi yang kokoh dan bersih dari jebakan kepentingan sesaat.
Sementara itu, “memelihara lidah” mencerminkan gaya komunikasinya yang lebih mengedepankan etika daripada konfrontasi. Di saat politik Jambi memanas oleh isu-isu sengketa lahan hingga macetnya hak pegawai, Ritas memilih untuk bergerak tanpa gaduh. Ia sadar betul bahwa di dunia politik, lidah bisa menjadi pedang yang melukai kawan maupun lawan jika tak terjaga keseimbangannya.
Konsolidasi Senyap Tanpa LukaPendekatan ini terbukti efektif dalam meredam riak internal partai. Sejak resmi menjabat untuk periode 2025-2030, Ritas fokus pada konsolidasi yang inklusif. Ia merangkul berbagai elemen faksi tanpa harus “menginjak” atau menyingkirkan pihak lain. Langkah ini sejalan dengan upayanya mengembalikan kepercayaan publik melalui manajemen partai yang lebih santun namun tetap presisi dalam target.
Kiprah Ritas kini menjadi eksperimen menarik: apakah politik berbasis filosofi adat yang menekankan kehati-hatian mampu bertahan di tengah arus pragmatisme pemilu mendatang? Di tengah hiruk-pikuk pejabat yang kerap “terpeleset lidah” hingga bersumpah serampangan, Ritas menawarkan alternatif kepemimpinan yang lebih mawas diri.
Bagi Hanura Jambi, filosofi ini adalah janji untuk berjalan lebih jauh tanpa tersandung, dan berbicara lebih bermakna tanpa harus menyakiti hati rakyat.
UNDANG-UNDANG PERS DAN HAK JAWABLaporan ini merupakan karya jurnalistik yang disusun sebagai fungsi kontrol sosial dan analisis dinamika politik sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Redaksi memberikan ruang Hak Jawab dan Hak Koreksi sepenuhnya bagi DPD Partai Hanura Provinsi Jambi maupun Ritas Mairiyanto untuk memberikan klarifikasi atau tambahan perspektif mengenai strategi politik yang sedang dijalankan demi keberimbangan informasi publik.






















