POLITIK: STRATEGI JALAN TENGAH
Pemayung.com JAMBI – Di panggung politik Jambi yang penuh hiruk-pikuk, Ritas Mairiyanto memilih jalan yang berbeda. Mantan politikus Gerindra yang kini menakhodai DPD Partai Hanura Provinsi Jambi ini, tidak sedang membangun narasi konfrontatif. Sebaliknya, ia memperkenalkan sebuah “doktrin” lama yang dikemas dalam visi modern: Alu tataruang patah tigo, samuik tapijak indak mati.
Filosofi di Balik Langkah Senyap
Filosofi ini bukanlah sekadar rima adat. Di tangan Ritas, ia menjelma menjadi strategi politik yang presisi. Alu tataruang patah tigo (alu terbentur patah tiga) menjadi simbol ketegasan organisasi—bahwa setiap kebijakan partai di bawah arahannya haruslah tuntas dan tak menyisakan keraguan. Namun, kekuatan itu dibungkus dengan prinsip samuik tapijak indak mati (semut terinjak tidak mati).
“Ini tentang bagaimana kita bergerak masif ke akar rumput, menekan secara politik, namun tetap menjaga harmoni sosial tanpa harus menyakiti atau menginjak hak orang lain,” ungkap seorang loyalis Ritas di internal Hanura.
Magnet Tokoh dan Pembersihan InternalLangkah Ritas terbukti bukan sekadar bualan. Sejak memegang kemudi, ia berhasil melakukan konsolidasi internal yang luar biasa lembut. Tanpa kegaduhan, ia merangkul faksi-faksi yang sempat tercecer, memastikan transisi kepemimpinan berjalan organik. Inilah implementasi nyata dari “ilmu semut” tersebut; ia memimpin tanpa membuat kader merasa tertekan atau terpinggirkan.
Ketegasan Ritas justru terlihat dari kemampuannya menarik magnet politik baru. Bergabungnya tokoh sekaliber Prof. Abdul Bari Azed, mantan Sekjen Kemenkumham, menjadi bukti bahwa visi “patah tiga” Ritas mampu meyakinkan para intelektual. Hanura Jambi kini bahkan mulai kebanjiran “migran” politik dari partai-partai besar yang merasa jenuh dengan dinamika internal mereka yang keras.
Target 2029: Mengambil Rambut dalam Tepung
Menatap kontestasi 2029, Ritas menginstruksikan kadernya untuk bekerja dengan prinsip “mengambil rambut di dalam tepung”. Sebuah kiasan untuk memenangkan hati rakyat dengan cara-cara elegan: tujuan tercapai (rambut terambil), namun tatanan sosial tetap terjaga (tepung tidak berserak).
Ujian sesungguhnya bagi Ritas adalah bagaimana menjaga ritme “langkah semut” ini tetap konsisten hingga hari pemungutan suara. Di tengah badai pragmatisme politik, strategi Ritas yang mengedepankan etika dan ketegasan visioner ini menjadi eksperimen politik yang menarik untuk disimak. Jika berhasil, Hanura Jambi bukan mustahil akan kembali menjadi kekuatan penentu di Tanah Pilih Pesako Betuah.
UNDANG-UNDANG PERS DAN HAK JAWABLaporan ini disusun sebagai bentuk analisis dinamika politik daerah berdasarkan fungsi kontrol sosial sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Redaksi menjunjung tinggi asas keberimbangan dan memberikan ruang Hak Jawab bagi pengurus DPD Hanura Jambi maupun pengamat politik untuk memberikan perspektif tambahan demi keakuratan informasi publik.





















